Sabtu, 23 Juli 2011

Penanganan obat-obat sitostatika

BAB I

PENDAHULUAN



A.    Latar belakang

Cytostatica atau oncolytica (Yun. Kytos = sel, statis = terhenti, ongkos = benjolan, lysis = melarutkan) adalah zat-zat yang dapat menghentikan pertumbuhan pesat dari sel-sel ganas. Kombinasi dari tiga atau lebih sitistatika sering kali digunakan, lazimnya obat dengan mekanisme dan titik kerja pada lainan. Dengan demikian, daya kerjanya dihindari atau diperlambat. Begitu pula dosis masing-masing dapat dikurangi dan efek toksis seluruhnya menjadi kurang hebat. Dalam proses penyiapan sitostatika sama dengan proses penyiapan pencampuran obat suntik.


B.     Rumusan masalah

·         Penyiapan sitostatika
·         Pencampuran sitostatika
·         Cara pemberian
·         Penanganan tumpahan dan kecelakaan kerja


C.     Tujuan masalah

Untuk mengetahui bagaimana penyiapan sitostatika, pencampurannya, cara pemberian, serta penangan tumpahan dan kecelakaan kerja sitostatika.




BAB II

PEMBAHASAN



A.    Penyiapan sitostatika

Proses penyiapan sediaan sitostatika sama dengan proses penyiapan jarum suntik.

1.      Memeriksa kelengkapan dokumen (formulir) permintaan dengan prinsip 5 BENAR (benar pasien, obat dosis, rute dan waktu pemberian)
2.      Memeriksa kondisi obat-obatan yang diterima ( nama obat, jumlah, nomor batch, tanggal kadaluarsa), serta melengkapi formulir permintaan.
3.      Melakukan konfirmasi ulang kepada pengguna jika ada yang tidak jelas atau tidak lengkap.
4.      Menghitung kesesuaian dosis.
5.      Memilih jenis pelarut yang sesuai.
6.      Menghitung volume pelarut yang digunakan.
7.      Membuat label obat berdasarkan nama pasien, nomor rekam medis, ruang perawatan dosis, cara pemberian, kondisi penyimpanan, tanggal pembuatan, dan tanggal kadaluarsa campuran (contoh label obat, lampiran 1).
8.      Membuat label pengiriman terdiri dari : nama pasien, nomor rekam medis, ruang perawatan, jumlah paket (contoh label pengiriman, lampiran 2).
9.      Melengkapi dokomen pencampuran.

B.     Pencampuran sitostatika

Proses pencampuran dilakukan sebagai berikut:

1.      Memakai APD sesuai PROSEDUR TETAP.
2.      Mencuci tangan sesuai prosedur tetap.
3.      Menghidupkan biological safety cabinet ( BSC) 5 menit sebelum digunakan.
4.      Melakukan dekontaminasi dan desinfeksi BSC sesuai prosedur tetap.
5.      Menyiapkan meja BSC dengan memberi atas sediaan sitostatika.
6.      Menyiapkan tempat buangan sampah khusus bekas sediaan sitostatika.
7.      Melakukan desinfeksi sarung tangan dengan menyemprot alcohol 70%.
8.      Mengambil alat kesehatan dan bahan obat dari pass box.
9.      Meletakan alat kesehatan dan bahan obat yang akan dilarutkan diatas meja BSC.
10.  Melakukan pencampuran sediaan sitostatika secara aseptis.
11.  Memberi label yang sesuai pada setiap infus dan spuit yang sudah berisi sediaan sitostatika.
12.  Membungkus dengankantong hitam atau aluminium foil untuk obat-obat yang harus terlindung cahaya.
13.  Membuang semua bekas pencampuran obat kedalam wadah pembuangan khusus.
14.  Memasukan infus untuk spuit yang telah berisi sediaan sitostatika kedalam wadah untuk pengiriman.
15.  Mengeluarkan wadah untuk pengiriman yang telah berisi sediaan jadi melaui pass box.
16.  Menanggalkan APD sesuai prosedur tetap.

C.     Cara pemberian sitostatika

Cara pemberian sediaan sitostatika sama dengan cara pemberian obat suntuik kecuali intramuscular.

1.      Melaui injeksi intravena (i.v)
injeksi intravena dapat diberikan dengan berbagai cara, untuk jangka waktu yang pendek atau untuk waktu yang lama.
(injeksi bolus, infus, infus singkat,infus kontinu).
2.      Melalui Injeksi intratekal
Injeksi intratekal adalah pemberian injeksi melalui sumsum tulang belakang. Volume cairan yang dimasukan sama dengan volume cairan yang dikeluarkan.
3.      Melalui Injeksi subkutan
Injeksi subkutan adalah pemberian injeksi dibawah kulit.

D.    Penanganan tumpahan dan kecelakaan kerja

Penangan tumpahan, membersihkan tumpahan dalam ruangan steril dapat dilakukan petugas tersebut atau meminta pertolongan orang lain denganmenggunakan chemotherapy spill kit yang terdiri dari:

1.      Membersihkan tumpahan di luar BSC dalam ruangna steril
a.       Meminta pertolongan, jangan tinggal kan area sebelum diizinkan.
b.      Beri tanda peringatan disekitar area
c.       Petugas penolong menggunakan alat pelindung diri (APD).
d.      Angkat partikel kaca da pecahan-pecahan dengan menggunakan alat seperti sendok dan tempatkan dala kantong buangan.
e.       Serap tum pahan cairan dengan kassa penyerap dan buang dalam kantong tersebut.
f.       Serap tumpahan serbuk dengan handuk basah dan buang dalam kantong tersebut.
g.      Cuci seluruh area dengan larutan detergent.
h.      Bilas dengan aquadest.
i.        Ulangi pencucian dan pembilasan sampai seluruh obat terangkat.
j.        Tanggalkan glove dan tutup kaki, tempatkan dalam kantong pertama.
k.      Tutup kantong dan tempatkan pada kantong kedua.
l.        Tanggalkan pakaian pelinding laiinya dan sarung tangan dalam, tempatkan dalam kantong kedua.
m.    Ikat kantong secara aman dan masukan dalam tempat penampung khusus untuk dimusnahkan dengan incinerator.
n.      Cuci tangan.

2.      Membersihkan tumpuhan di dalam  BSC

a.       Serap tumpuhan dengan kassa untuk tumpuhan cair atau handuk basah untuk tumpaan serbuk.
b.      Tanggalkan sarung tangan dan buang, lalu pakai 2 pasang sarung tangan baru.
c.       Angkat hati-hati pecahan tajam dan serpihan kaca sekaligus dengan alas kerja/meja/penyerap dan tempatkan dalam wadah buangan.
d.      Cuci permukaan dinding bagian dalam BSC dengan detergent, bilas dengan aquadestilata menggunakan kassa. Buang kassa dalam wadah pada buangan.
e.       Ulangi pencucian 3 kali.
f.       Keringkan dengan kassa baru, buang dalam wadah buangan.
g.      Tuttup wadah dan buang dalam wadah buangan akhir.
h.      Tanggalkan APD dan buang sarung tangan, masker, dalam wadah buangan aikhir untuk dimusnahkan dengan incinerator.
i.        Cuci tangan.

Penangan kecelakaan kerja, dekontaminsi akibat kontak dengan bagian tubuh.

1.      Kontak dengan kulit

a.       Tanggalkan sarung tangan.
b.      Bilas kulit dengan air hangat.
c.       Cuci tangan dengan sabun, bilas dengan air hangat.
d.      Jika kulit tidak sobek, seka area dengan kassa yang dibahsahi dengan larutan chlorin 5% dan bilas dengan air hangat.
e.       Jika kulit sobek pakai H2O2 3%.
f.       Catat jenis obatnya dan siapkan antidote khusus.
g.      Tanggalkan seluruh pakaian alat pelindung diri (APD).
h.      Laporkan ke supervisior.
i.        Lengkapi format kecelakaan.

2.      Kontak dengan mata

a.       Minta pertolongan.
b.      Tanggalkan sarung tangan
c.       Bilas mata dengan air mengalir dan rendam dengan air hangat selama 5 menit.
d.      Letakan tangan disekitar mata dan cuci mata terbuka dengan larutan NaCl 0.9%.
e.       Aliri mata dengan larutan pencuci mata
f.       Tanggalkan seluruh pakaian pelindung.
g.      Catat jenis obat yang tumpah
h.      Laporkan ke supervasior.
i.         Lengkapi format kecelakaan kerja.

3.      Tertusuk jarum

a.       Jangan segera mengangkat jarum. Tarik kembali plunger untuk menghisap obat yang mungkin terinjeksi.
b.      Angkat jarum dari kulit dan tutup jarum, kemudian buang.
c.       Jika perlu gunakan spuit baru dan jarum bersih untuk mengambil obat dalam jaringan yang tertusuk.
d.      Tanggalkan sarung tangan, bilas bagian yang tertusuk dengan air hangat.
e.       Cuci bersih dengan sabun, bilas dengan air hangat.
f.       Tanggalkan semua APD.
g.      Catat jenis obat dan perkirakan berapa banyak yang terinjeksi.
h.      Laporkan ke supervisior.
i.        Lengkapi format kecelakaan kerja
j.        Segera konsultasikan ke dokter.

Pengelolaan limbah sitostatika

Pengelolaan limbah dari sisa buangan pencampuran sediaan sitostatika ( seperti: bekas ampul, vial, spuit, needle, dll) harus dilakukan sedemikian rupa hingga tidak menimbulkan bahaya pencemaran terhadap lingkungan.
Langkah-langkah yan gperlu diperhatikan:
1.      Gunakan alat pelindung diri (APD).
2.      Tempatkan limbah pada wadah buangan tertutup. Untuk benda-benda tajam seperti spuit, vial, ampul, tempatkan didalam wadah yang tidak tembus benda tajam, untuk limbah lain tempatkan dalam kantong berwarna (standar international warna ungu) dan berlogo sitostatika.
3.      Beri label peringatan pada bagian luar wadah.
4.      Bawah limbah ketempat pembuangan menggunakan troli tertutup.
5.      Musnahkan limbah dengan incinerator 1000o C.
6.      Cuci tangan.



BAB III

PENUTUP



A.     Kesimpulan

Cytostatica atau oncolytica (Yun. Kytos = sel, statis = terhenti, ongkos = benjolan, lysis = melarutkan) adalah zat-zat yang dapat menghentikan pertumbuhan pesat dari sel-sel ganas. Kombinasi dari tiga atau lebih sitistatika sering kali digunakan, lazimnya obat dengan mekanisme dan titik kerja pada lainan. Dengan demikian, daya kerjanya dihindari atau diperlambat. Begitu pula dosis masing-masing dapat dikurangi dan efek toksis seluruhnya menjadi kurang hebat. Dalam proses penyiapan sitostatika sama dengan proses penyiapan pencampuran obat suntik.

B.     Saran

Sitostatika dalam penanganannya harus sebaik mungkin agar tidak terjadi kecelakaan kerja maupun penyalah gunaan sitostatika dari tenaga medis maupun dari pasien.



Daftar pustaka

Pedoman pencampuran obat suntik dan penangan sitostatika.2009.

Tjay Hoant Tan. Raharja Kirana,. Obat-obat penting, edisi kelima, P.T Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, 2002.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar